1. 2.

22 Maret 2011

Forsiwak : Oknum Pegawai Imigrasi Depok Arogan.


DEPOK - Kantor Imigrasi Depok sebelum nya di Jalan Margonda Raya, kini pindah dan menempati gedung baru nya di kawasan Kota Kembang, Sukmajaya, Kota Depok. Sejumlah pewarta yang tergabung dalam Forum Diskussi Wartawan Kota ( Forsiwak), menilai oknum pegawai Kantor Imigrasi kelas II Kota Depok Samuel Enok arogan. Pasalnya berdasarkan informasi bahwa ada tiga imigran gelap asal Kongo ditahan, untuk memastikan kebenaran nya,” anggota Forsiwak langsung mengecek ke lantai II Kantor Imigrasi Depok belum lama ini.

Terkait penangkapan para imigran gelap tersebut ingin mengkonfimasikannya ke bagian Wasdakim sambil melihat-lihat isi ruang tahanan. Namun Samuel tidak mengenal bahwa ada wartawan, kemudian bertanya dengan nada tinggi. “Kamu siapa dan mau apa? Kalau mau konfirmasi, disini ada aturannya. Disini bukan hutan”, ujar oknum tersebut.

Wartawan berencana mengambil foto melalui telepon selulernya pun dikejutan oleh teriakan perempuan yang ada di dalam sel tahanan itu. Sembari keluar dari dalam ruangan sel tahanan yang tidak terkunci, perempuan tersebut memaki-maki nya.“Kami bukan penjahat. Saya akan lapor polisi”, teriak perempuan tersebut kepada nya sehingga Samuel dan Kabag TU serta beberapa orang yang berada di lantai 1 kantor Imigrasi Depok mendatangi sumber teriakan tersebut.

Samuel yang baru keluar dari ruang kerjanya lalu menghampiri nya dan meminta telepon selulernya serta menyuruh wartawan itu untuk menghapus hasil foto yang diambilnya. Di depan pintu sel tahanan. Padahal ia belum sempat mengambil foto yang dimaksud. Tidak hanya itu, Samuel juga nampak arogan. Dia berteriak-teriak di dekat wartawan sembari memukul dinding ruang kantor sehingga menimbulkan suara gaduh yang membuat orang-orang yang berada di lantai satu terkejut.

Oknum tersebut berbohong, terbukti, Dudi yang katanya sedang keluar, tiba-tiba terlihat muncul dari dalam ruangannya setelah terjadi kegaduhan akibat suara teriakan Samuel. Dari sini terlihat bahwa staf perempuan di bagian TU tersebut telah membohongi wartawan yang ingin bertemu dengan atasannya untuk mengkonfimasikan terkait imigran yang ada di dalam sel tahanan Kantor Imigrasi.“ Mereka tidak ada kaitannya dengan sindikat narkoba atau sejenisnya. Mereka murni hanya melakukan pelanggaran mengenai dokumen keimigrasian saja. Dari keterangan yang kami peroleh, mereka datang ke Indonesia hanya untuk melakukan bisnis jual beli pakaian yang dibelinya di kawasan Tanah Abang”, ujar Samuel di ruang Kasi Wasdakim.

Usai adu mulut, Samuel mengajaknya masuk ke dalam ruangan Kasi Wasdakim. Saat diruangan tersebut, Samuel mengatakan jika wartawan ingin meminta data, Samuel menyarankan agar wartawan meminta ijin terlebih dulu ke bagian TU atau ke Kepala Kantor Imigrasi. Meski demikian, Samuel juga sempat mengungkapkan sedikit ihwal penangkapan yang dilakukan pihaknya. Menurut Samuel, Imigran asal Kongo itu ditangkap di kawasan Jl. Margonda Raya Depok. Dan informasi yang didapat dari orang dalam Kantor Imigrasi Depok yang mengatakan bahwa para imigran asal Kongo itu ditangkap di sebuah apartemen mewah di kawasan Jakarta dengan Barang Bukti 1 unit mobil BMW B 8405 HG warna biru.(RS)