1. 2.

13 Oktober 2010

Jean Novline : Nur Mahmudi Tidak Mampu Menjaga Aset Depok

DEPOK - Jean Novline anggota DPRD Kota Depok di ruang kerjanya Kamis (30/9) menegaskan kepada wartawan bahwa Pemkot Depok kalau dibiarkan terus menerus bakal kehilangan seluruh assetnya, karena selama empat tahun lebih Wali Kota Nur Mahmudi Ismail menjadi orang nomor satu tidak mampu mengamankan aset milik Kota Depok.Seprti; kantor Kecamatan Sawangan, kantor Kelurahan Sukamaju Baru, lapangan olahraga di Taman Dahlia, dan beberapa sekolah negeri di Kota Depok.

Jean menjelaskan, Komisi A DPRD Depok telah berulang-ulang menyurati Pemkot Depok untuk melakukan inventarisasi seluruh aset Pemkot Depok. Termasuk juga aset fasilitas umum dan fasilitas sosial milik perumahan yang diberikan ke pemerintah. "Tadinya kita berharap surat kita langsung direalisasikan, nyatanya sangat mengecewakan. Sampai saat ini kami belum mendapat progres laporan berapa aset milik Pemkot Depok," jelasnya.

Jean menambahkan, bahwa kesulitan yang dialami Pemkot pada saat peralihan aset dari Pemerintahan Kabupaten Bogor ke Pemkot Depok tidak dilakukan dengan tuntas. Karena Pemerintah Kabupaten Bogor tidak memberikan data keseluruhan ke Pemkot Depok. Tapi itu bukan dijadikan alasan. Karana selama empat tahun memimpin Nur Mahmudi Ismail seharusnya memahami hal itu. "Kehilangan aset bukan baru sekarang kita alami. Bahkan sejak Pak Nur memimpin pun sudah ada masalah aset ini. Seharusnya, walikota dapat belajar dari pengalaman ,"tambahnya.

Masih kata Jean, Nur Mahmudi juga tidak dapat menyelesaikan persoalan kemasyarakatan seperti belum selesainya pembangunan Jalan Tol Cinere Jagorawi (Cijago), KTP online, pembuatan izin, santuna kematian, dan UPS. "Semua itu diklaim sebagai sebuah keberhasilan nyatanya nol besar, juga kepengurusan izin di BPPT tidak lah satu pintu seperti yang dibanggakan selama ini. Pengurusan izin tetap harus mendapat rekomendasi dari dinas lain. "Kalau satu pintu tidak perlu lagi ada rekomendasi dari dinas lain,"tandasnya.(RS)